Kesalahan Fatal Saat Jualan via WhatsApp yang Harus Dihindari
- Diva

- Jan 5, 2024
- 4 min read
Updated: Feb 14, 2024
Siapa yang tidak kenal WhatsApp? Aplikasi perpesanan yang berada di bawah naungan perusahaan yang sama dengan Facebook dan Instagram ini digunakan oleh miliaran orang di dunia. Setiap bulannya tercatat ada 1,6 miliar pengguna aktif dari berbagai belahan dunia. Berdasarkan data dari App Figures, di Indonesia WhatsApp diunduh lebih dari 42 juta kali (per Januari 2021).

Sebagai salah satu media perpesanan yang banyak digunakan, jualan via WhatsApp juga menjadi salah satu ladang bisnis yang sangat menjanjikan. Sudah banyak bisnis dari berbagai skala yang membuktikan bagaimana WhatsApp bisa membantu mereka meningkatkan efisiensi, produktivitas dan tentu saja keuntungan bisnis.
Namun jualan via WhatsApp tentu tidak sama dengan jualan seperti yang Anda lakukan di toko apalagi di pinggir jalan. Ada beragam aturan baik yang ditetapkan oleh pihak WhatsApp itu sendiri, maupun yang diciptakan oleh norma yang berlaku secara umum di tengah masyarakat kita.
Jika Anda berencana untuk melakukan optimasi penggunaan WhatsApp untuk berjualan, ada beberapa kesalahan fatal yang sebaiknya Anda hindari. Dengan menghindari hal-hal berikut ini, Anda bisa memaksimalkan dengan baik penggunaan WhatsApp untuk bisnis Anda. Apa saja?
Jangan Berusaha untuk Menjual Produk Sepanjang Waktu
Bisa menjual banyak produk tentu adalah impian semua pelaku bisnis. Tapi ketika Anda menggunakan WhatsApp untuk media berjualan, Anda tidak bisa melakukannya sepanjang waktu. Tak seperti ketika Anda berada di depan toko dan memanggil siapa saja yang lewat untuk singgah, Anda harus lebih bijaksana ketika mengirimkan pesan via WhatsApp.
Beberapa pakar marketing pasti akan menyarankan Anda untuk mengirimkan konten menarik, alih-alih sekadar mengirimkan pesan spam yang berisi iklan. Karena itu, pastikan Anda memikirkan baik-baik pesan atau konten yang akan dikirimkan kepada kontak Anda.
Meskipun tujuan akhir dari pengiriman pesan itu adalah untuk menjual produk, jangan terlalu blak-blakan. Audiens Anda juga perlu tahu kalau Anda memang ingin membantu mereka dengan solusi praktis lewat produk yang Anda tawarkan.
Oleh karena itu, jangan mencoba untuk menjual barang atau jasa Anda sepanjang waktu. Kirimkanlah pesan yang memang berisi informasi menarik bagi kontak Anda.
Hindari Mengirimkan Pesan Massal
Apakah Anda pernah menerima pesan super panjang yang jika dibaca-baca seperti hasil copas dan dikirimkan secara massal (broadcast) ke semua kontak? Anda pasti akan merasa kesal, apalagi jika isi di dalam pesan tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan Anda.
Hal yang sama juga berlaku ketika Anda akan mengirimkan pesan kepada pengguna. Chat yang tidak diberikan sentuhan personal sama sekali tidak cocok untuk Anda terapkan. Anda tentu tidak diharuskan mengetik dan mengirimkan pesan yang berbeda kepada semua kontak karena itu pasti akan sangat merepotkan. Yang perlu Anda lakukan adalah menambahkan sedikit konteks yang sesuai dengan masing-masing pengguna. Bagaimana caranya?
Jika Anda menjual beberapa macam produk, cobalah untuk membagi kontak berdasarkan kategori produk yang mereka sukai dan hal-hal yang berhubungan dengan produk itu. Dengan cara ini, Anda bisa dengan mudah menilai apa preferensi mereka.
Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah menghindari untuk mengirimkan banyak pesan sekaligus. Apalagi di siang hari. Jika kontak Anda merasa terganggu, mereka bisa saja memblokir nomor Anda. Ini jelas akan membuat Anda kehilangan pelanggan potensial.
Jangan Pernah Abaikan Umpan Balik
Anda harus selalu memperhatikan umpan balik atau feedback apapun yang diberikan oleh orang-orang yang berkomunikasi dengan Anda di WhatsApp. Periksa apakah mereka memiliki sesuatu yang dikeluhkan. Pertanyaan mereka bisa jadi tidak ada dalam FAQ (Frequently Asked Questions) dan Anda mungkin bisa menambahkannya.
WhatsApp adalah saluran langsung di mana Anda bisa terhubung dan terlibat dengan audiens Anda. Karena itu juga Anda sudah memutuskan untuk terlibat, Anda harus bisa menggunakannya tidak hanya untuk menjual produk, tapi bagaimana membangun komunikasi dan hubungan baik dengan pelanggan dalam jangka panjang.
Kalau ada di antara kontak Anda yang meminta Anda untuk tidak mengirimi mereka pesan lagi, Anda juga harus memperhatikannya. Pastikan untuk segera menghapus kontak mereka dan jangan mengikutsertakan mereka dalam beragam program yang mungkin sudah kamu siapkan untuk mereka.
Jika Anda nekad mengirimkan pesan pada orang yang kurang atau sama sekali tidak tertarik dengan apa yang Anda tawarkan, ini sama sekali bukan sebuah ide bagus.
Jangan Membuat Grup dengan Kontak Pelanggan Anda
Membuat grup dengan beberapa anggota yang tidak saling kenal satu sama lain adalah sebuah tindakan berisiko dan bisa melanggar privasi orang lain. Jika seseorang sudah memberi Anda nomornya, itu karena mereka memang ingin menerima pesan dari Anda. Namun ini tidak berarti Anda bisa menyebarkan informasi terkait kontak mereka pada orang lain yang berada di posisi sama dengan mereka.
Perlu diingat bahwa ketika Anda memasukkan orang yang tidak saling kenal dalam satu grup yang sama, mereka bisa saling memiliki akses nomor telepon. Ini bisa membuat pelanggan Anda merasa tidak nyaman karena informasi yang seharusnya privat, kini menjadi konsumsi publik. Efeknya, mereka tidak akan mempercayai bisnis Anda. Bahkan mereka mungkin akan takut memasukkan nomor kartu kredit atau debit mereka ke situs Anda karena khawatir datanya akan bocor.
Jangan Melakukan Tindakan yang Tidak Pantas
WhatsApp for Business pada dasarnya hanya boleh digunakan untuk tujuan yang berhubungan dengan produk, layanan atau brand Anda. Jangan sampai Anda menyalahgunakannya untuk tujuan lain seperti mengirimkan pesan berantai atau spam yang mengganggu.
Sekali lagi ingat bahwa konten adalah segalanya. Konten lah yang akan membuat pelanggan terpikat dengan produk Anda. Karena itu, pastikan Anda memperlakukan pelanggan dengan hormat dan hanya mengirimkan informasi yang memang berhubungan langsung dengan bisnis Anda.
Untuk bisa mencapai target penjualan yang diinginkan, menggunakan WhatsApp saja memang tidak cukup. Ada banyak strategi lain yang juga perlu diperhatikan termasuk penjualan langsung lewat toko e-commerce, memanfaatkan SEO untuk optimasi situs dan lain sebagainya. Terlepas dari semua itu, jualan via WhatsApp masih sangat menjanjikan.
Agar jualan via WhatsApp makin maksimal, Anda bisa memanfaatkannya untuk berbagai fitur lain seperti chatbot untuk meringankan beban kerja CS manusia yang Anda miliki. Jangan lupa juga untuk mempromosikan nomor WhatsApp Anda dengan memasukkannya ke dalam info di blog, website dan media sosial agar pelanggan semakin mudah menemukan Anda.
Menggunakan WhatsApp untuk mengoptimalkan bisnis memang tidak bisa dilakukan sembarangan. Dengan beberapa langkah di atas, jadikan WhatsApp sebagai media jualan yang efektif tanpa membuat pelanggan merasa ilfeel dan terganggu.

Comments